QR Code dan Informasi Menarik tentang Kode Ini

QR Code dan Informasi Menarik tentang Kode Ini

QR Code dan Informasi Menarik tentang Kode Ini – Dalam beberapa tahun terakhir ini, QR code mulai sangat banyak dikenal. QR Code merupakan suatu kode dengan bentuk kotak dengan di dalamnya ada kombinasi pola tertentu dalam warna hitam dan putih. QR code ini sudah banyak diaplikasikan dan digunakan dalam banyak hal. Pada penggunaan awalnya, QR Code banyak digunakan sebagai proses untuk menampilkan suatu alamat situs tertentu. Dengan cukup memindai QR code tersebut, setidaknya seseorang tidak perlu repot mengetikkan alamat suatu situs yang mana cukup memakan waktu dan rawan mengalami kesalahan. Dengan cukup satu kali pindai saja, alamat situs itu bisa secara otomatis terbuka pada browser yang tersambung di perangkat. Namun, penggunaannya pun sekarang menjadi lebih luas lagi, termasuk dalam membagikan lokasi yang akan terbaca dan terhubung ke GPS. Pembayaran dengan e-wallet pun banyak yang sudah memanfaatkan penggunaan QR code ini.

QR code sebenarnya merupakan singkatan dari Quick Response Code. Sebagian orang barangkali tidak tahu kepanjangan dari nama kode ini tapi akan dengan cukup mudah tahu karena bentuknya yang sangat unik. Persegi dengan pola acak berwarna hitam putih itu memang sangat mudah diketahui. Pembuatan QR code ini pun sekarang sangat mudah karena ada banyak akses dan layanan untuk membuat QR code bahkan secara gratis dan itu bisa langsung dibagikan atau disimpan sebagai gambar untuk nantinya bisa dipindai dengan mudah. Penggunaan kode ini memang benar-benar menciptakan akses dengan respons yang cepat atau quick response. Kesalahan dalam detail informasi bisa ditanggulangi dengan pemindaian kode ini. Proses pemindaian kodenya pun sangat mudah sehingga tidak akan terlalu merepotkan untuk digunakan.

Sebelum adanya QR code ini, ada kode lainnya yang sudah lebih dahulu banyak digunakan dan itu adalah barcode atau kode batang. Ini akan sangat mudah dijumpai di banyak kemasan makanan hingga hal lainnya. Barcode ini banyak digunakan secara luas dalam berbagai keperluan walau memang aksesnya tidak sepraktis QR code. Barcode memerlukan pemindai atau scanner untuk kodenya dan ini biasanya perlu pemindai dengan infra red untuk membaca kodenya. Ini berbeda dengan QR code yang hanya perlu software khusus dan ini sudah banyak terintegrasi di dalam kamera yang tersedia di perangkat smartphone jaman sekarang. Karena itu, penggunaannya jauh lebih praktis. Dari segi kodenya, barcode menggunakan batang dengan ketebalan yang berbeda sedangkan QR code menggunakan kode yang lebih rumit polanya.

QR Code ini memang dibuat sebagai pengembangan dari barcode. Sebenarnya, QR code sudah ada sejak cukup lama. Ini sudah dikembangkan dan sudah bisa digunakan sejak tahun 1994. Walau sudah bisa digunakan secara massal di masa tersebut, QR code tidak langsung banyak digunakan secara luas. Bahkan di China, QR code ini baru mulai digunakan pada 2001 atau sekitar durasi tujuh tahun dari kemunculan pertamanya. Di Indonesia, ini jauh lebih baru lagi hingga berkembang seperti saat ini. Bila barcode menggunakan batang atau baris vertikal dengan ketebalan berbeda, QR code menggunakan pola hitam putih yang sebenarnya terdiri dari kotak-kotak berukuran kecil. Penulisan kode ini ini memanfaatkan kode biner yang terdiri dari angka 0 dan 1 saja. Kotak hitam mewakili 1 dan kotak putih mewakili 0. Kodenya akan mudah dibuat karena sudah banyaknya penyedia layanan untuk membuatnya dan itu akan bisa dipindah secara global. Proses pemindaiannya pun membutuhkan bantuan software. Seperi yang sudah disebutkan sebelumnya, itu sudah banyak ditemukan dan diintegrasikan dengan kamera di smartphone sehingga tidak perlu alat khusus sebagai pemindai QR code.

Bila dilhat dari bentuknya, QR code ini memiliki bentuk yang sama. Semua QR code hadir dalam bentuk kotak, dan ukuran tidak menjadi masalah sama sekali selama itu bisa dipindai oleh kamera dengan cukup jelas. Uniknya, QR code ini tidak perlu posisi khusus untuk memindainya, baik itu secara vertikal ataupun horizontal. Tidak ada perbedaan sama sekali dan ini berbeda dengan barcode yang perlu diperhatikan posisi pemindainya agar kode bisa dibaca dengan tepat. Ada alasan kenapa QR code bisa dibaca dalam berbagai posisi tanpa adanya kesalahan. Itu bisa ditemukan dari keberadaan tiga kombinasi kotak yang bisa ditemukan di tiga sudut QR code. Semua QR code akan memiliki tiga kotak ini ketiganya menjadi pengaturan dan pembacaan posisi sehingga tidak akan terjadi kesalahan baik itu kode dibaca secara vertikal atau horizontal. Posisi tiga kotak itu akan selalu sama dan ukurannya akan terlihat lebih besar dari kotak-kotak kecil yang memuat data atau informasi dalam kode biner.

Selain itu, ada bagian lainnya yang membantu proses pembacaan kode QR Code. Bagian ini dinamakan garis koreksi. Bentuknya juga seperti tiga kotak yang membantu pengaturan posisi. Namun, ini tidak berupa kotak dalam dua ukuran, tapi grafis koreksi ini hanya berupa satu kotak dengan satu titik dan ukurannya lebih kecil dari tiga kotak lainnya yang membantu penentuan posisi. Fungsi dari grafis koreksi ini untuk meluruskan serta membantu proses sinkronisasi pembacaan kode, terutama ketika itu dilakukan pada permukaan atau bidang yang melenkung. Bagian lainnya yang memilki fungsi lainnya, baik itu yang memuat versi kode hingga data lainnya. Bila dilihat satu persatu, itu semua memang rumit. Untung saja pembuatan dan pemindaian untuk membaca kodenya sudah terbantu dengan adanya software. Karena itulah, QR code pun mulai banyak digunakan dalam berbagai keperluan dan bisa diakses dengan sangat praktis serta cepat.