Bagi Mahasiswa Semester Pendek, Healing Di Kota Samarinda Solusinya

Bagi Mahasiswa Semester Pendek, Healing Di Kota Samarinda Solusinya

Bagi Mahasiswa Semester Pendek, Healing Di Kota Samarinda Solusinya – Saat Anda ingin cepat-cepat atau pengen waktu liburan itu segera datang. Anda perlu menyiapkan beberapa hal. Hal yang perlu dipersiapkan adalah pastikan Anda belajar dengan sungguh-sungguh untuk ujian akhir atau sering disebut dengan UAS, jika memungkinkan Anda mengambil semester pendek karena ini akan menguntungkan jalan di dunia perkuliahan. Biasanya dibeberapa universitas atau sekolah kedinasan yang membuka semester pendek, akan memberi waktu lumayan banyak selama 1 bulan untuk memberi waktu senggang setelah menjalani kegiatan tersebut. Tentunya ini akan membuat orang terdekat Anda menjadi bangga misalnya saja orang tua, karena selain mendapatkan libur selama 1 bulan Anda juga sudah lebih awal mendapatkan mata kuliah pada semester selanjutnya daripada mahasiswa yang tidak mengambil semester pendek. Dengan ini Anda dapat bebas sesekali leluasa dalam menentukan tempat untuk berlibur. Tidak disangka Anda sudah memiliki rencana untuk berlibur sekaligus healing di salah satu pulau kalimantan seperti samarinda.

Sebelum dikenal dengan kota samarinda, terdapat kerajaan kutai kertanegara yang berdiri pada tahun 1300 masehi. Di kutai lama, pusat kerajaan kutai kertanegara semula berada di area jahidan layar. Kemudian kerajaan tersebut berpindah ketepian batu pada tahun 1365 masehi, setelah itu kerajaan tersebut pindah lagi ke daerah pemarangan atau orang kalimantan sering menyebutkan sebagai daerah kembayang pada tahun 1732. Kerajaan tersebut ternyata berpindah lagi ke tenggarong sehingga pada tahun 1761-1960. Sejak awal yang meninggali atau menempatkan daerah kalimantan timur ini adalah suku kutai kuno yang disebut meranti. Pada abad ke -13 masehi tahun 1201-1300, sebelumnya dikenalnya kota samarinda sudah terdapat perkampungan penduduk. Perkampungan penduduk tersebut berjumlah sekitar 6 lokasi.

6 lokasi tersebut antara lain pulau atas, karang asam, karang umus, buah bakung, sembuyutan, dan yang terakhir adalah mangkupelas atau mangkupalas. Penyebutan 6 lokasi itu yang merupakan beberapa kampung, tertuang di dalam skrip atau naskah salsilah kerajaan kutai kertanegara. Naskah tersebut ditulis oleh tahib muhammad tahir pada tanggal 24 februari 1849 masehi yang kemudian dikutip dari seseorang berdarah hindia belanda yaitu cames. Lumayan banyak orang banjar yang memasuki kota samarinda. Suku banjar adalah suku bangsa yang menempati wilayah kalimantan bagian selatan, sebagian Kalimantan tengah dan kalimantan timur. Keberadaan suku banjar di kota samarinda, tidak bisa Anda kategorikan sebagai pendatang baru karena sebelum pembentukan provinsi-provinsi pada tahun 1957 dapat dikatakan bahwa pulau kalimantan kecuali daratan malaysia dan brunei darusalam merupakan satu provinsi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Suku banjar sering di sebut dengan suku asli pulau kalimantan. Sementara itu, samarinda merupakan bagian dari kalimantan timur. Maka dari itu, suku banjar jika Anda lihat dan tinjau dari segi geografis dapat disebut suku asli. Awal mula pemukiman suku banjar daerah kalimantan timur dimulai sejak kerajaan kutai kertanegara berada pada otoriter atau kepepimpinan kerajaan banjar, setelah runtuhnya kesultanan demak pada tahun 1546 masehi. Hal ini dinyatakan oleh tim peneliti dari Departemen Pendidikan RI tahun 1976. Hingga pertengahan abad ke-17 dekade 1500an, wilayah samarinda merupakan lahan persawahan serta perladangan. Beberapa penduduk yang sedang dipusatkan disekitar karang numus dan karang asam. Kedatangan orang bugis spanyol tersebut ke samarinda pada awalnya dipimpin oleh Le Konang di kerajaan kutai kertanegara pada tanggal 21 januari 1668. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi ataupun hari ulang tahun kota samarinda.

Latar belakang beberapa orang perantauan dari tanah kesultanan gowa tepatnya di Sulawesi Selatan. Hal tersebut dikarenakan mereka menolak suatu perjanjian yang telah ditetapkan dengan matang. Nama dari perjanjian tersebut adalah perjanjian dongaya. Setelah kesultanan gowa mengalami kekalahan saat perang melawan kerajaan belanda. Pada tanggal ulang tahun kota samarinda tersebut telah sesuai berdasarkan estimasi pelayaran selama 64 hari dan ditambahkan sejak 18 November 1667. Sehingga diperoleh tanggal ulang tahun kota samarinda ini ya. Raja Kutai saat itu adalah Kusuma ning martapura, beliau mengabulkan permintaan tersebut kemudian memberi data lokasi kampung dataran rendah yang baik untuk membuka usaha pertanian, perikanan, dan perdagangan kepada masyarakat. Kesepakatan yang telah dibentuk menyatakan bahwa semua orang bugis harus dan wajib membantu segala kepentingan raja kutai terutama dalam menghadapi musuh. Untuk Anda yang akan jalan-jalan atau berlibur ke samarinda, paling tidak sudah mengetahui terlebih dahulu sejarah kota samarinda seperti apa.

Berikut Ini Beberapa Destinasi dan Kuliner Di Samarinda :

1. Sungai Mahakam
Salah satu tempat wisata yang sudah sangat terkenal di samarinda adalah sungai Mahakam. Anda bisa berkunjung ketepian atau pinggiran mahakam saat keadaan sudah tidak berawan atau gelap. Hal tersebut sangat disarankan karena kawasan atau wilayah ini asik dan seru habis ketika Anda jadikan wadah ini untuk berkumpul bersama keluarga sesekali teman. Selain itu, disini juga terdapat wisata kapal yang menyusuri sungai mahakam yang luas ini. Destinasi ini mempunyai maksud untuk para wisatawan agar memandang sungai ini dengan lebih dekat menggunakan transportasi air seperti kapal. Perjalanan ini akan memberikan pengalaman yang berbeda dengan tempat wisata lain.

2. Taman Borneo
Wisata alam satu ini terletak disebelah utara kota samarinda. Saat Anda ingin mengujungi tempat ini kira-kira menyita atau membutuhkan waktu sekitar 40 menitan untuk sampai ke lokasi. Taman Borneo merupakan zona wisata alam edukasi dan keluarga. Taman Borneo menjadi salah satu destinasi wisata alam yang memiliki beberapa spot yang dapat dikunjungi. Beberapa spot tersebut antara lain museum kayu dan hasil hutan non kayu yang berada di kalimantan. Yang membuat menarik taman borneo ini adalah memiliki beberapa koleksi satwa di area seluas 5 hektar ini. Untuk para pengunjung seperti Anda yang suka berfoto, taman tersebut menyediakan beberapa spot foto. Spot foto yang ada disini antara lain wahana putu eskrim dengan ketinggian 30 meter.

3. Lempuk Durian
Nah bagi Anda pencinta buah durian tentu saja bisa menikmati atau juga membawa oleh-oleh atau buah tangan khas samarinda untuk sanak keluarga Anda. Makanan ini tentunya mempunyai nama khas ya yaitu lempuk durian atau dodol durian. Sesuai dengan namanya dimana makanan ini terbuat atau diolah dari daging durian asli dan tentunya masih dalam keadaan fresh lho ya. Ketika Anda memakan lempuk durian, lebih baik ditemani atau disantap dengan secangkir kopi atau teh panas di sore hari. Makanan khas ini juga memiliki ketahanan yang membuat keawetan lempuk tersebut terjaga dengan aman, sehingga dapat direkomendasikan untuk oleh-oleh.